Project

Desain Arsitektur Teras Ayung Denpasar Bali

Portfolio » TERAS AYUNG ( OWNER PAK PHIERANTHO & BU IRMA )

     
 
Nama Proyek
:
TERAS AYUNG ( OWNER PAK PHIERANTHO & BU IRMA )
Lokasi Proyek
:
Perumahan Teras Ayung, gatsu - Denpasar Bali
Luas Tanah
:
294 m2
Luas Bangunan
:
280 m2
Periode Desain
:
Pemilik
:
Phieranto & Irma
     

Denpasar Timur merupakan wilayah yang cukup padat di Denpasar, sehingga dituntut kepiawaian arsitek merancang bangunan karyanya untuk mendapatkan suasana rumah yang nyaman dan asri. Lahan yang dibangun sangat terbatas, berupa kavling siap bangun seluas 294 m2 dan menghadap barat. Satu hal yang menjadi tantangan, adalah kehendak pemilik yang minta arsiteknya menggunakan pendekatan feng shui untuk mengolah keseluruhan bagian rumah ini, tanpa harus membatasi aktivitas penghuninya kelak.

 

Pekerjaan pembuatan rumah baru yang terletak di dalam komplek hunian ini mulai dirancang sekitar bulan Januari 2011, dan dikerjakan konstruksinya sekitar bulan April 2011. Tanah seluas 294 m2 ini didesain untuk rumah dua lantai menghadap ke barat. Salah satu kendala juga yang dihadapi adalah peraturan Perumahan Teras Ayung yang mengharuskan adanya gang pada salah satu sisi rumah agar tidak nempel dengan tetangga. Adanya gang akan membuat bangunan sedikit menyempit.

 

Agar kenyamanan bisa tercapai, maka dibuat pengaturan ruang-ruang yang berorientasi ke dalam. Tantangan desain terbesar justru datang dari pendekatan feng shuii yang dipakai secara benar dan baik untuk menetapkan layout ruangan dalam keseluruhan tapak serta bangunan, juga dalam penentuan dimensi untuk bukaan pintu dan jendela rumahnya.

 

Untuk menentukan gaya bangunan yang bisa menyesuaikan dengan pendekatan lingkungan, dipilih pendekatan arsitektur minimalis yang nyaman (cozy minimalist). Penggunaan unsur-unsur desain minimalis ini bisa diintegrasikan dengan perhitungan dan ketentuan feng shui sebaik mungkin untuk bisa mendapatkan ruangan-ruangan yang berkesan, terbuka dan menyatu. Keleluasaan dan penyatuan ruangan ini membuat penghuni merasa nyaman melakukan aktivitas sehari-hari.

 

Untuk tetap konsisten pada satu gaya yang akan menjadi ciri rumah ini, maka setiap aspek rumah inipun dicapai dengan menganut paham minimalis. Mulai dari persiapan struktur bangunan, finishing bangunan, desain interior dan lansekapnya menerapkan jalur minimalis yang modern, simpel, sederhana dan ramah lingkungan. Material yang digunakan kebanyakan kaca, aluminium, logam dan batu alam untuk sedikit memperhalus unsur minimalisnya.

 

Pemilik dan arsitek bersepakat untuk menerapkan warna-warna natural sebagai warna yang dominan dalam perancangan bangunan ini, baik interior maupun aspek arsitekturalnya. Kebetulan lahan kavling siap bangun ini memungkinkan untuk membebaskan dari konsep kontekstual dengan bangunan sekitarnya.

 

Kegiatan pemilik rumah yang sering melakukan kumpul bersama keluarga untuk berdoa maupun silaturahmi, memang membutuhkan ruangan yang luas, terbuka dan nyaman. Meskipun ada batasan dari perhitungan feng shui, tapi kelegaan tersebut tetap bisa diperoleh melalui pendekatan desain yang lugas di dalam rumah, antara lain dengan menciptakan bukaan-bukaan besar berupa jendela kaca dan pintu kaca yang menghadap ke arah taman belakang.

 

Upaya mendapatkan hasil karya yang maksimal ini, diperlukan waktu diskusi intensif arsitek dengan pemilik rumah dalam waktu yang cukup lama. Akhirnya rumah yang semula dikhawatirkan sulit untuk mendapatkan kelegaan beraktivitas, ternyata bisa dicapai serta memiliki cukup akses sinar terang matahari, sirkulasi udara yang lancar dan kesan terbuka.

Photo 3 of TERAS AYUNG ( OWNER PAK PHIERANTHO & BU IRMA )

 

Desain Arsitektur

  • Sahadewa ...
  • Umalas Homestay
  • Mertasari ...
  • RUMAH GATSU I ...
  • Rumah Kori ...
  • Toko Munggu
  • Villa Doblo ...
eXTReMe Tracker